Postingan

Surat Untuk Bapak

 Assalamu'alaikum wr.wb.. Halo apa kabar pembaca blog hi ria? Semoga kalian dalam keadaan baik-baik saja ya.. Kali ini aku akan menuliskan surat untuk Bapak.. Assalamu'alaikum pak..gimana kabar bapak di atas sana? Bapak sekarang udah ngga sakit dan udah sehat kan? Udah hampir dua tahun yaa pak.. bapak gimana disana? bapak bisa liat ria ngga dari sana? Pak.. dua tahun tanpa bapak berasa banget.. rasanya masih seperti pertama kali nerima telepon yang mengabarkan kalau bapak kondisinya semakin menurun.. rasa itu masih terasa pak, sesak, sedih, hancur menjadi satu.  Pak.. tau ngga? semenjak ria ditinggal bapak, ria kesepian pak.. saat itu ada seseorang yang ria percaya bisa menggantikan posisi bapak, ternyata ngga pak.. Bapak pasti tau kan apa yang terjadi pada ria.. Ria yakin bapak disanapun ikut merasakan, walaupun ria ngga bisa melihat langsung, tapi ria percaya bapak selalu mendampingi ria melewati masa-masa sulit itu.. Udah 6 bulan berlalu masa yang membuat ria hancur, walaup...

Diawali dengan kenapa dan berakhir dengan kenapa

 Assalamu'alaikum wr.wb Haalo apa kabar kalian? are you okey? Aku harap semua yang baca blog ini baik-baik terus ya, tetap semangat dan tetap berjuang melewati semua ini. Kita passti bisa, dan yakin pasti bisa. Aku mau bercerita tentang apa yang terjadi setengah tahun belakangan ini, tapi aku bingung memulainya darimana.. Langkah demi langkah aku lalui, hari demi hari aku coba jalani.. tidak terasa sudah setengah tahun semua terjadi. Ya.. perpisahan antara aku dan dia, dia yang selalu aku banggakan di depan dan orang terdekatku. Dia yang aku sayangi dengan tulus melebihi rasa sayang kepada diriku sendiri, ya memang aku salah terlalu mencintainya, taapi sungguh aku sangat tulus kepadanya, ngga pernah aku setulus ini kepada orang. Semua hal tentangnya aku selalu berusaha mengerti dan menerima.. - Cerita mana yang ngga pernah aku dengarkan? - Hal mana yang kamu minta ngga aku lakukan? - Sabar yang seperti apa lagi yang harus aku lakukan? - Kekurangan mana lagi yang ngga aku maklumi da...

Mencoba melakukan apapun yang bisa

 Haloo.. Assalamu'alaikum.. Apa kabar semuanya.. Dipaksa untuk melepaskan orang yang saat ini disayangi memang terasa menyesakkan. Seolah-olah dunia berhenti. Hari-hari terasa berat. Rasa sesak semakin tak tertandingi. Hari terus berjalan tanpa adanya rutinitas yang bisa aku lakukan. Kesadaran yang saat ini dihadapi konflik dengan apa yang terekam dalam ingatan. Rasa sakit kembali menyerang bahkan lebih sakit dan keras. Tapi ingatan itu juga mampu menarik melewati hari-hari kelam itu. Bahkan sekarang melihat dunia rasanya berbeda. Setiap kali merindukannya, rasa sakit itu muncul dan kembali menyerang. Hancur berkeping-keping tidak tersisa. Tidak apa-apa, begitu cara sedih bekerja. Selalu menguatkan diri bahwasanya mampu melewati semua ini. Apapun yang kamu rasakan itu valid. Tidak ada persyaratan kaku yang menentukan boleh atau tidaknya kita merasakan sesuatu kecuali hati yang masih berfungi.

Untukmu....

 Hai, mungkin ketika kamu baca ini, keadaan udah tak lagi sama.. Hai kamu.. Ngga nyangka ya semua jadi seperti ini. Sakit, kecewa, kesal semua jadi satu. Ngga pernah ngebayangin semua ini akan terjadi seperti ini. Hai kamu.. Detik demi detik, langkah demi langkah aku mencoba untuk selalu tidak mengingatmu. Aku mencoba berdiri tegak, mencoba kuat untuk melewati semua ini. Tentu tidaklah mudah.. Tak sedikit tetesan air mata yg mengiringi, rasa yang ingin menyerah selalu saja menghampiri.  Hai kamu.. Aku selalu berusaha untuk kuat melewati semua ini, tapi ketika aku mengingatmu hancur rasanya semua rasa menyatu menjadi satu. Aku ngga tau harus bagaimana. Rasanya capek sekali. Rasanya lelah sekali. 

You strong ri, fight !

 Assalamu'alaikum wr.wb Halo semuanya.. apakabar? sudah lama sekali rasanya aku tidak menulis di blog ini.. Aku mau cerita saat ini aku sedang tidak baik baik saja. Yaa tepatnya dari bulan Februari hingga sekarang.. Hatiku hancur.. Bahkan aku udah ngga tau lagi darimana mau bercerita.. Yang jelas aku kesal, kecewa, hancur, tapi aku masih bisa memaafkannya.. Yaa Allah.. Terima kasih sudah pernah menitipkan rasa yang begitu luar biasa pada hati saya untuk seseorang. Setidaknya saya pernah menemukan seorang yang membuat saya mencintainya dengan rasa sabar dan maaf yang tiada habisnya. Dia insan yang mengajarkan saya titik tertinggi mencintai yaitu mengikhlaskan. Dia membuat saya jatuh cinta sejatuh-jatuhnya. Dia juga insan yang saya cintai dengan tiba-tiba dan mengikhlaskan secara terpaksa. Ketika saya berusaha untuk terbiasa tanpanya, rasanya saya hampir gila karena melawan rindu. Saya pernah sabar karena menahan diri untuk tidak mencarinya, bahkan saya menangis terisak mengingatnya....

Hanya Untuk Kebahagiaan Orang yang Sayang Ria

Assalamu'alaikum wr.wb Hai apa kabar? Rasanya lama sekali ngga nulis disini.  Semoga yg baca blog ini selalu sehat dan baik baik aja.. Aamiin.. Ketika aku menulis ini, mungkin aku lagi ada di fase rendah bukan terendah. (tarik nafas) Im not okay for now. Tapi aku ngga pingin orang yang menyayangiku tau kalau aku lagi ngga baik baik aja. Aku ngga pingin mereka sedih, mereka kepikiran. Beberapa hari berturut turut aku mimpi bertemu almarhum Bapak, rasanya Bapak paham apa yg aku rasakan saat ini. Bapak datang ke mimpi. Seperti masih ada di sisiku, rasanya belum meninggal. Dan tiap aku terbangun, linglung, bingung, berasa Bapak masih ada, tapi dimana ya sekarang, sampai tersadar oh ya Bapak udah ngga ada di dunia. Itu aku alami beberapa hari ini. Pak, memang Ria sekarang lagi ngga baik baik aja, Ria lagi lemah pak.. Yang bisa Ria lakukan saat ini cuma bahagiain orang orang yang sayang sama Ria. Apapun akan aku lakukan agar orang yang sayang aku bahagia. Mulai Ibu, Mba, Mas, Ponakan aku...

Berhenti

 Assalamu'alaikum wr.wb Hai apa kabar temen2? Mau sedikit mengingatkan, bahwa per tgl ini 04 Mei 2022 saya berhenti mengharapkanny, capek sekali rasanya.. Yaa saya berhenti berjuang untuknya.. Ternyata dia ngga pernah menganggap saya ada. Saya hanya dianggap angin saja. Nyatanya secara tidak langsung dihatinya hanya ada seseorang di masa lalunya. Selalu saja menyamakan saya dengan masa lalunya. Masa lalunya teramat sempurna di matanya. Baginya saya belum apa2nya.  Yaa makasi untuk segalanya. Saya tidak membenci. Saya tidak papa. Tapi disini sadar kalau saya harus berhenti berjuang.