Dalam Proses Menjaga


 Assalamu'alaikum wr.wb

Apakabar teman teman pembaca blog hiria? Semoga selalu berada dalam kebaikan dan lindungan Allah SWT yaa.. aamiin..

Ketika aku menuliskan ini, usiaku alhamdulillah udah 25 tahun. Ngga terasa yaa, kayaknya baru kemarin wisuda di umur 21 tahun, alhamdulillah sekarang udah 25 tahun. Tanpa kita sadari waktu cepet banget berjalan. Ya pertama kali yang aku lakukan di usia ini adalah mengucapakan syukur.

Usia 25 tahun. Usia dimana sering banget ditanya, "kapan nikah?" "udah punya calon?" "calonnya orang mana?" "kenalin dong calonnya" "belum punya pacar ya?" dan lain sebagainya. Ketika ditanyakan hal itu biasanya aku menjawab, doakan saja insya Allah secepatnya. Karena aku percaya Allah sedang mempersiapkan "seseorang" itu untukku. Jodoh itu ada waktunya, dan percaya Allah tau waktu terbaik untuk aku menikah. Tugasku sekarang adalah memantaskan, memperbaiki dan menjaga diri. Tapi di jaman sekarang ini, seseorang yang jarang dekat dengan lawan jenis atau tidak punya "pacar" dianggap aneh. Ya itulah cobaan yang harus aku hadapi. Ketika kita kan berubah menuju hal baik, percayalah ujian itu ada. 

Jujur, awalnya memang susah. Apalagi dulu aku sempet pacaran, tapi sekarang aku menyesalinya, dan ngga mau mengulangi kembali. Sebenernya patah hati itu yang paling salah adalah diri kita sendiri, karena terlalu mengharapkan dan menggantungkan diri kepada manusia. Berharap kepada manusia itu siap-siap kecewa. Sebaik-baik tempat berharap itu hanya kepada Allah SWT. Dari pengalam dulu aku belajar dan ngga mau pacaran lagi. Walaupun awalnya berat tapi aku sampai sekarang masi terus belajar, terkadang mikir gini enaknya itu yang ada pacar, kemana-mana ada yang nemenin, enaknya ada yang nganterin, kemana-mana berdua. Kadang juga aku ngeluh, Yaa Allah capek, pingin curhat, tapi sama siapa. Itu hal-hal yang aku rasakan awal-awal putus. Astaghfirullah, padahal ada Allah, Allah itu dekat banget, kenapa aku masih mencari perhatian dari manusia, dan berharap ke manusia, apalagi ni melihat temen-temen udah pada punya pasangan, sedangkan aku kemana-mana sendiri. Hmm, sabar sabar dan sabar. Memang rasanya berat, tapi sekarang aku percaya Allah itu sayang sekali sama aku, karena aku dijauhkan dari maksiat. Allah Maha Baik, Allah yang menguatkan aku, agar aku bisa terus melanjutkan perjalanan ini. Sekarang aku percaya, Allah sedang memberikan ku pelajaran agar aku memperbaiki dan memantaskan diri menjadi wanita yang lebih baik lagi.

Untuk saat ini aku dalam proses memperbaiki diri. Rasanya malu sama Allah dulu sempet pacaran, astaghfirullah. Meskipun proses ini rasanya luar biasa, terkadang aku juga masih ngeluh, huhu maafin Ria yaa Allah. Tapi aku percaya Allah akan mengirimkan "seseorang" itu sebentar lagi. Waktu terbaik itu kan segera datang. Aku percaya, kalau aku sedang memantaskan diri, Insya Allah "seseorang" disana juga dalam proses memantaskan diri. Yang bisa aku lakukan sekarang adalah selain memperbaiki dan memantaskan diri, aku harus menjaga. Menjaga disini aku berusaha membatasi komunikasi dengan lawan jenis, menundukan pandangan, meskipun ini aku masih dalam proses belajar dan belajar huhu. Doakan aku ya temen-temen biar bisa istiqomah.

Aku sadar, aku masih jauh banget dari kata sholehah. Tapi aku akan terus belajar dan belajar agar aku bisa menjadi seorang istri terbaik untuk suamiku kelak dan ibu terbaik buat anak-anakku kelak. Aku berharap dan memohon kepada Allah SWT agar kelak "seseorang" yang Allah kirim bisa membimbing aku menuju SurgaNya. "Seseorang" yang baik agamanya, yang baik akhlaknya. Bantu aamiin in ya temen-temen. Mulai sekarang yuk kita perbaiki diri kita, perbaiki hubungan dengan Allah, perbaiki hubungan dengan orangtua, perbaiki hubungan dengan kakak-adik, perbaiki hubungan dengan rekan kerja dan sebagainya. Dekatkan diri kepada Allah dan terus berdoa dan berdoa kepada Allah. Kerjakan segala perintah Allah dan jauhi segala larangan Allah. Insya Allah nanti Allah kirimkan "seseorang" yang menurut Allah terbaik. Banyak sekali godaan "untuk menjadi lebih baik" lagi. Kadang ngrasa mau menyerah, tapi inget lagi tujuan awal. Bahwa hal yang dijemput dengan cara yang baik, Allah akan memberi yang terbaik dan pastinya lebih berkah.

Proses menjaga itu berarti harus menjaga dari maksiat, menjaga pandangan yang belum halal, menjaga untuk tidak berdua duaan dengan lawan jenis.

"Menjaga". Semoga dengan ini, aku dan kamu dipersatukan segera.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selarik kata tentang 25 Tahun untuk diriku sendiri

Rindu