Jodoh

J o d o h....

Yap, bahas masalah jodoh itu menurutku ngga ada selesainya..
Satu kata yang sering bikin galau jomblowan dan jomblowati, apalagi yang udah mulai masuk umur 21 ke atas.
Ya itu juga yang aku rasain saat ini, usiaku udah 23 tahun, artinya aku harus mulai memikirkan tentang ini. Jujur aku udah capek namanya kenal, dibikin nyaman lalu ditinggalkan tanpa kepastian. Di usiaku sekarang ini aku mulai berfikir gimana caranya dapat jodoh yang baik, sholeh, jodoh dunia akhirat nantinya. Aku mulai mencari referensi baik itu lewat buku, youtube, cerita dari orang yang lebih berpengalaman. Jodoh itu cerminan diri kita, ya cerminan diri kita. Aku pernah menjalin hubungan yang lumayan lama dengan seseorang. Ya aku baru pertama kali pacaran, dan saat itu prinsip memang sekali menjalin hubungan lanjut ke jenjang yang serius, tapi kenyataan berkata tidak. Sempat aku berfikir bahwa semua cowok itu memiliki sifat yang sama, yaitu mempermainkan perasaan cewek. Ya jujur aku sedikit trauma untuk menjalin suatu hubungan kembali, yang aku pikirkan aku takut ditinggalkan ketika aku udah sayang dan yakin bersamanya. Aku tak ingin mengulangi luka kembali, luka yang dulu terasa menyakitkan di hati. Butuh beberapa bulan aku bangkit dari luka itu.Aku berusaha menjaga hatiku agar tidak terluka kembali, aku menjaga perasaanku agar tidak mudah terbawa perasaan, ya aku ingin nantinya cinta yang hadir di hati dengan jodohku suatu saat nnati biar mengalir alami. Aku lelah dengan cinta sementara, ya selayaknya pacaran awal pacaran cinta masih menggebu gebu tapi setelah beberapa lama cinta itu kian pudar, aku tidak ingin seperti itu lagi. Setelah kisah percintaanku gagal, aku mulai memperbaiki diriku, aku tidak ingin jatuh di lubang yang sama kembali. Tiap deket dengan seorang cowok aku mencoba menjaga hati, menjaga perasaanku, dan tak ingin terlalu dalam. Karena cowok itu hanya memberi perhatian dan kenyamanan tanpa memberi suatu kepastian yang jelas. Sambil aku terus memperbaiki diri aku yakin nantinya jodoh yang terbaik buat aku akan datang di waktu yang tepat, aku percaya itu. Ya wajar saat ini kalau aku iri jika liat pasangan yang saling mencintai, menyayangi. Dalam pemikiranku enak ya seandainya aku punya pasangan, jika aku lagi ada masalah, lagi sedih, lagi butuh temen ada yang mau diajak berbagi, menemani dan mendengarkanku, sedangkan sekarang aku sendiri, aku harus jadi wanita mandiri, kuat, kemana mana sendiri, saat ada masalah aku mencoba baik baik saja dan untuk tidak mengatakan kepada siapapun kecuali kepada Allah, ya hanya Allah yang menjadi tempat mengaduku. Terkadang aku masih ngeluh yaa Allah aku butuh temen untuk menemaniku disini, aku capek kemana mana sendiri, aku capek memikul beban ini sendiri, aku butuh temen sharing.  Ya aku masih ngeluh, masih suka nangis, ternyata aku ngga sekuat itu, maafkan aku yaa Allah :(. Tapi aku masih terus mencoba aku harus bisa, aku harus kuat mengahadapi ini semua sendiri, ya harus BISA.
Aku tidak mau bergantung kepada siapapun, aku bisa bahagia tanpa pacaran. Aku wajib menciptakan bahagiaku sendiri. Jangan sedih jika saat ini masih sendiri, aku bersyukur masih punya keluarga dan teman-teman yang sayang ke aku.

Dan teruntuk kamu yang sama seperti aku,
Bersabarlah terus bersabarlah.. dan yakinlah akan hadir cinta yang indah, tugas kita sekarang ini adalah terus berikhtiar, bertawakal kepada Allah sambil terus memperbaiki diri kita dan memantaskan diri, dan positif thinking Allah akan hadirkan orang yang tepat dan terbaik untuk kita. Jadi dont sad, jangan minder, nikmati dulu aja kesendirianmu ini dulu, ambil positifnya, dengan kamu sendiri kamu bebas mengembangkan cita-citamu, bakatmu dan bebas eksplore anugrah Allah yang indah ini. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dalam Proses Menjaga

Selarik kata tentang 25 Tahun untuk diriku sendiri

Rindu