Pada Satu Nama
Halo semua gimana kabarnya, semoga selalu diberikan kesehatan dan berada di lindungan Allah SWT. Belakangan ini lagi musim hujan jadi hati-hati yaa semuanya.
"Memang benar menunggu itu sesuatu yang membutuhkan sebuah kesabaran. Terkadang muncul rasa mengeluh, harus sampai kapan harus menunggu? Kapan waktu itu akan tiba? Ditambah lagi dengan pengaruh lingkungan. Hmm rasanya luar biasa. Rasanya sabar aja belum cukup. Wajar kok kalau lelah, wajar kok kamu ngeluh, tapi satu hal yang harus kamu tau yakinlah Allah sedang mempersiapkan hal yang terbaik untuk kamu. Allah sedang menguji seberapa kamu sabar dan kuat dengan semua ini. Memang rasanya susah, tapi sabarlah, sebentar lagi kok."
Hayo di sini siapa yang sedang dalam proses menunggu juga? Semoga semua yang sedang dalam proses penantian disegerakan bertemu dengan dia yang terbaik menurut Allah yaa, aamiin. Tetap sabar dan terus istiqomah memantaskan diri. Pokoknya tetap semangat yaa.
Dan untukmu yang selalu aku sebut namanya dalam doa, yang belum aku tahu siapa namamu, dimana kamu tinggal, yuk kita sama sama memantaskan diri. Kita ketemu di waktu yang terbaik nanti yaa.
"Pada Satu Nama.. Ku tuliskan ini untukmu. Siapapun kamu, semangat yaa, aku harap kamu menjadi yang terbaik yang dikirimkan Allah untukku. Hadirmu kini adalah sesuatu yang selama ini aku nantikan. Proses penantian ini membuatku belajar apa itu sabar dan percaya. Rasanya ngga muda, berbagai cobaan yang datang membuatku mau menyerah. Tapi aku sadar, bahwa waktu terbaik akan segera mempertemukan kita nanti.
Pada Satu Nama, yang selalu aku sebut dalam doa. Untukmu, yang belum aku ketahui dimana kamu berada, kamu adalah hal yang slalu aku bicarakan dengan Allah di sepertiga malam. Meskipun aku belum tau siapa kamu saat ini, tapi nama kita jauh lama sudah bersanding di Lauful Mahfudz sana. Kamu yang selalu aku harapkan menjadi sesosok suami yang terbaik dari Allah, yang mampu membimbingku menuju SurgaNya.
Pada Satu Nama, teruslah berjalan menujuku. Aku slalu berusaha memantaskan dan memperbaiki diri. Kamu juga ya, semoga kita segera dipertemukan di waktu yang tepat.
Pada Satu Nama, yang akan berjabat tangan dengan bapakku nanti. Doakan aku tetap sabar dan slalu sabar menantimu ya. Kamu yang akan mengucap akad dan mengambil tanggung jawab dari bapakku, aku doakan kamu slalu sehat dan berada dalam lindungan Allah.
Pada Satu Nama, yang nantinya akan menjadi suamiku nanti. Aku akan terus berusaha menjadi istri dan ibu yang tebaik untuk anak kita nanti. Untuk kamu, bimbinglah selalu aku istrimu, aku harap kita sama-sama dapat berkumpul di SurgaNya nanti.
Pada Satu Nama, yang aku tunggu kehadirannya sampai saat ini. Inilah aku dengan segala kurang, tapi aku akan slalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu".
Semangat ya yang sedang dalam proses penantian, teruslah memantaskan diri, perbanyak berdoa dan jangan lupa ikhtiarnya yaa.
Semoga dengan sedikit yang aku bagikan ini bisa menambah kekuatan untuk yang masih dalam proses penantian agar lebih bersabar, sabar dan bersabar lagi.

Komentar
Posting Komentar