23 Tahun

23 tahun

Apa saja yang udah dilakukan selama 23 tahun?
Apa aja yang sudah tercapai di 23 tahun?
Bagaimana rasanya 23 tahun?
Apa manfaat yang udah diberikan di 23 tahun?

Ya itu yang aku tanyakan pada diriku sendiri.
23 tahun rasanya udah ngga muda lagi. Udah mulai dewasa. Tapi yang aku rasakan di usia ini aku masih banyak ngeluh dengan cobaan hidup. Aku masih kurang bersyukur. Aku masih belum tahu manfaat apa yang udah aku berikan di sekitarku selama 23 tahun ini :(

Kuy mulai berbagi..
23 tahun dalam bekerja....
Di usia 23 tahun ini alhamdulillah aku sudah bekerja, tapi kadang masih ngeluh dengan pekerjaan yang aku dapat sekarang (kan kurang bersyukur). Masih belum puas dengan apa yang aku kerjakan di tempat kerjaku ini. Terkadang aku merasa bingung, aku harus bagaimana, aku harus punya inovasi buat tempat kerjaku ini, tapi sampe sekarang aku belum nemu inovasinya apa hiks. Aku sadar aku bukan lagi anak SMA yang harus diarahkan. Udah ada dipikiran tapi bingung nuanginnya bagaimana :(. Belajar dari berbagai rujukan gimana caranya biar aku punya inovasi, sepertinya aku butuh temen sharing. Ya temen yang bisa memberikan saran atau masukkan nantinya. But, selama belum nemu aku harus terus nyari inovasi buat tempat kerjaku ini, aku suka sesuatu yang menantang. Selain itu di tempat kerjaku ini aku kadang merasakan bosen dan jenuh, aku masih berusaha gimana caranya agar bisa bekerja dengan maksimal tanpa rasa bosen dan jenuh hiks meskipun itu susah :(. Tuh kan aku masih kurang bersyukur dan masih ngeluh, padahal di luar sana banyak yg belum bisa bekerja.

23 tahun dalam pertemanan....
Aku menyadari di usia ini semakin sedikit temen yang aku punya. Semakin sedikit waktu untuk bermain bersama. Tapi aku bersyukur bisa dipertemukan dengan temen yang baik. Kalau dulu kapan saja aku bisa bermain dan melakukan hal-hal yang gila bersama temen temenku, sekarang hampir tidak bisa. Temen yang dulu biasa aku ajak main sekarang sudah mulai sibuk dengan kegiatannya. Selain itu jarak yang memisahkan menjadi penghalang. Temen yang aku miliki sekarang sedikit ngga seperti kuliah dulu :( atau memang semua orang merasakan yang sama kayak aku ini?. Di 23 tahun ini mau main aja masih mikir, pergi sama siapa, pergi ke mana, pergi jam berapa. Intinya susah ada waktu main bareng temen di usia sekarang ini. Semakin sedikit temen yang kita punya, semakin bingung kalau pergi mau sama siapa. Dulu ketika ada masalah dalam hidup, biasanya aku menghubungi temenku dan ngajakin dia pergi jalan, ngajakin bertukar pikiran, ceritain masalahku saat ini, habis itu kita teriak teriak bersama dengan karaoke bareng, pas pulang lupa kalau ada masalah wkwk, dulu segampang itu melupakan masalah. Kalau sekarang mau ngajakin jalan temen udah mulai susah, mau cerita ngga enak ngga selepas dulu sama temen temen gilaku itu wkwk. Yaudah apapun itu hidup terus berjalan, dan mungkin semakin bertambah umur kit aakan tahu siapa temen sejati kita yang sebenarnya.

23 tahun dalam percintaan....
Sebenarnya aku malas bahas percintaan. Karena aku ada sedikit trauma dengan kisah cintaku dulu, belum lama sih, masih 8 bulanan yang lalu. Aku masih merasakan cowok itu sama, awalnya mereka memberi perhatian, kenyamanan lalu pergi begitu saja seenaknya, hmm dasar cowok. Makanya aku males kalau ada cowok yang sok perhatian ntar ujung-ujungnya pergi. Sekarang ini aku lagi malas hubungan kayak pacaran, kalau emang yakin ya ayok serius. Di usiaku 23 tahun ini aku ngga pingin main-main lagi sama perasaaan, kalau udah yakin ya ayok kita berjuang bersama menuju pernikahan. Selain itu di usia 23 tahun ini aku merasakan susahnya mencari cowok yang mau diajak serius :( sampe sekarang aku belum nemu. Walau di hati rasanya sekarang aku butuh banget pendamping yang menemani aku disisiku, yang bisa memahami satu sama lain, yang bisa aku ajak berbagi seneng maupun susah. Rasanya aku lelah jika harus sendiri, tuhkan ngeluh dan ngga bersyukur lagi :( tapi itu yang aku rasakan, kadang aku capek dengan semua ini, i just need someone disisiku. Sekarang, aku pasrahkan kisah cintaku ini ke Allah sambil aku terus memantaskan diri agar lebih baik, baik dan lebih baik lagi. Aku yakin Allah sedang mempersiapkan sosok lelaki yang terbaik di sampingku nanti. Sambil Allah bekerja, aku terus berusaha dan memantaskan diri karena aku lelah dengan permainan cinta. Kalau ada yang berani serius dan menemui orangtuaku, yang utama dia sholeh dan takut kepada Allah, akan aku pertimbangkan.

23 tahun dalam lain lainnya....
Di usia ini aku merasakan cobaan paling berat. Mulai dari sebulan setalah hubunganku berakhir dengan kekasihku, bapakku terkena stroke. Rasanya tiap hari aku pingin nangis, tapi aku harus kuat demi ibuku. Aku harus nguatin ibu, aku ngga boleh lemah itu yang aku katakan tiap hari pada diriku. Meskipun rasanya susah, sakit aku cuma bisa berdoa dan mengadu kepada Allah, karena yang mengerti perasaanku hanyalah Allah. Di usia ini aku lebih dewasa dan lebih jauh mandiri, kalau dulu ketika aku masih berhubungan dengan kekasihku, ada dia selalu di sampingku, menemani aku dalam seneng dan sedih, menemani aku ketika aku ada masalah, dan menemani aku ketika aku dalam kondisi terdown dalam hidupku, dia tidak pernah meninggalkanku dan selalu berusaha disampingku (sambil ngetik ini, kenapa aku masih saja nangis ketika mengingatnya?). Tapi sekarang, aku harus mandiri dan sendiri, tidak boleh bergantung kepada siapapun selain Allah.


Hikmah dari celotehanku yang ngga berguna itu adalah:

  1. Ikhlas, bersyukur dan jangan kebanyakan ngeluh. Kita harus jalani hidup ini, karena waktu terus berjalan, kita juga harus menjalaninnya dengan ikhlas. Syukuri keadaan apapun yang terjadi, lihatlah ke bawah dan yakini dihatimu paling kecil bahwa aku berhak bahagia.
  2. Cintailah orang yang menyayangimu dengan tulus.
  3. Tetaplah berbuat baik kepada siapapun jangan pernah ada rasa benci di dalam hati.
  4. Tetaplah jalin silaturahmi dengan siapapun.




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dalam Proses Menjaga

Selarik kata tentang 25 Tahun untuk diriku sendiri

Rindu