Menyapa Kembali

Hi....
Akhirnya bisa berbagi cerita lagi setelah 4 tahun. 4 tahun yang banyak memberikan aku pelajaran, ada suka dan ada duka. Rasanya nih kalau diceritakan bakal puanjaaaaaaaaang banget. Terakhir aku ngblog tahun 2015, ya ketika masih kuliah. Masa-masa indah yang sayang sekali untuk dilupakan, banyak kenangan bersama teman dan kekasih (eaaaaaaa) itu dulu sih wkwk sekarang mah jomblo (:p). Ya, masa kuliah. Sedikit saja aku bercerita tentang ini. Bagiku masa kuliah adalah masa yang indah, bahagia dan ada sedihnya sih wkwkk tapi kesedihan itu masih bisa diatasi dengan pergi bersama temen. Ketika masa kuliah hal yang paling ditakuti ketika ujian berbeda dengan hal yang aku takuti sekarang, yaitu ada banyak wkwk. Saat kuliah aku merasa takut jika aku tidak bisa mengerjakan soal dan mendapatkan nilai jelek. Aku berusaha semaksimal mungkin agar aku bisa mendapatkan yang terbaik sesuai targetku ketika semester 1 dulu. Ya, hanya ujian yang aku pikirkan dan aku takuti ketika masa kuliah. Ketika ujian berakhir, aku dan teman-temanku menghabiskan waktu bersama dengan karaoke. Hobi kami memang berkaraoke, karena bisa melampiaskan semua rasa entah itu senang, sedih dengan bernyanyi, walaupun kami sadar suara kami itu apa adanya ahh yasudahlah yang penting hati senang wkwk.
Berbeda dengan keadaan sekarang. Usiaku sekarang tidaklah muda lagi, 23 tahun. Di usia ini aku merasakan banyak ujian hidup yang harus aku lalui. Ketika masa kuliah dulu ujian terberatku adalah takut mendapat nilai jelek, berbeda dengan masa sekarang. Usia 23 bukan lagi untuk bermain-main seperti masa kuliah dulu. Di usia ini aku harus lebih dewasa. Aku merasakan hidupku harus berubah ketika aku menyelesaikan kuliahku, yaitu setelah wisuda. Usia 21 tahun aku berhasil menyelesaikan studiku. Setelah itu keadaan mulai berubah. Aku yang dulu ketika masih kuliah bisa kapanpun bermain, pergi keluar bersama temen, namun ketika wisuda aku harus mencari hal baru yang lebih bermanfaat bagi kehidupanku. Cobaan yang aku hadapi di usia 21 tahun ini menurutku lebih berat daripada ujian ketika kuliah dulu. Setelah wisuda ini tentunya aku harus segera bekerja. 23 September 2017 tepatnya aku di wisuda. Saat itu yang aku pikirkan ahh pingin nyantai dulu sebentar setelah wisuda ini. Tapi ternyata tidak segampang itu, aku harus belajar lebih giat lagi agar aku bisa mendapatkan pekerjaan yang aku impikan dulu. Singkat cerita, berbagai panggilan kerja aku datangi, namun ternyata masih belum rejekiku. Dari tahun 2017 sampe tahun 2018 aku mencoba melamar di berbagai perusahaan yang sesuai ijazahku. Mulai dari pendaftaran CPNS di akhir tahun 2017, panggilan kerja dari Epson, Astra, Karakatau Steel dan perusahaan lainnya di Jogja. Aku sempet down karena melihat temen-temenku yang wisuda setelah aku mereka berhasil mendapatkan pekerjaan yang bagus. Saat itu aku merasa ini cobaan terberat di usia 21-22 tahun. Akhirnya di awal tahun 2019 aku mendapatkan pekerjaan yang aku impikan selama ini, yaa aku percaya Allah tidak tidur, Allah sedang mempersiapkan hal terindah untukku. Pekerjaan sudah di tangan, alhamdulillah. Tapi ternyata cobaan belum berakhir, di satu sisi aku senang mendapatkan pekerjaan tapi di satu sisi percintaan dengan kekasihku yang menemaniku selama kuliah sampe aku mendapatkan pekerjaan ini berakhir. Aku tak tahu apa yang harus aku rasakan, senang atau sedih bahkan aku tidak tahu. Kenapa aku harus sesedih ini hubungan dengan kekasihku berakhir, karena perjalanan kita sudah melibatkan orangtua, ya hitungan bulan lagi kami akan menikah. Ketika penerimaan SK pekerjaanku saat ini tiba, aku merasakan kosong, bingung antara senang atau sedih.
Singkat cerita aku mencoba menjalani apa yang diberikan Allah saat ini, meyakini dalam hati bahwa ini yang terbaik untuk hidupku.
Ya ini cerita ku selama 4 tahun ini wkwk ada senang dan ada sedihnya yaa, ini belum semua, kalau diceritain bakal panjaaaaaaaaaang.
Hikmahnya selama 4 tahun ini bagiku adalah:

  1. Selalu lakukan yang terbaik selagi kita mampu.
  2. Kurangi mengeluh, karena mengeluh tidak akan mengubah keadaan.
  3. Ikhlas, ya ini yang paling utama menurutku, kita harus ikhlas dengan takdir, menerima semua ketentuan Nya dengan ikhlas dan berlapang dada, dan meyakini ini yang terbaik buat diri kita.
  4. Apa yang menurutku terbaik belum tentu menurut Allah baik, contohnya pekerjaan, sejauh mana aku melamar kerja dan jauh dari orangtua ternyata rencana Allah aku diberikan pekerjaan yang deket dari orangtua, hiks kalau inget ini mesti nangis, ternyata Allah itu baik banget sama aku, ngga ngbayangin kalau aku jauh dari orangtua, siapa yang mau jaga orangtuaku? Yaa Allah terima kasih banget, ternyata bener rencana Allah itu yang terbaik, ahh ngetik sambil mewek :(
  5. Kalau kalian dapat cobaan yang menurut kalian berat percaya Allah sayang kalian, sayang banget, jalani aja dan berdoa biar kita selalu kuat dan sabar menghadapinya.
  6. Rejeki, Jodoh itu di tangan Allah, kita hanya berusaha dan berdoa, Allah yang menentukan yang terbaik buat kita. Setelah hubunganku berakhir dengan kekasihku aku mencoba tetap bersilaturahmi baik dengan dia, ngga boleh ada kesel atau benci, ya meskipun susah sih awalnya, tapi harus bisa dong dan meyakini aja kalau dia terbaik untuk kita hanya sebatas temen. Jadi jangan saling benci ya kalau hubungan kalian dengan kekasih berakhir, keep smile :).


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dalam Proses Menjaga

Selarik kata tentang 25 Tahun untuk diriku sendiri

Rindu