Pura-pura merasa "baiq"
Hii, ketemu lagi....
Apa kabar keadaan sekarang?
Saat aku menuliskan blog ini aku lagi dengerin podcastnya Gaung.Kosong dengan ditemani rintikan hujan. Entah aku suka sekali dengan karya-karya beliau, menyentuh sekali. Kata gaung.kosong "kita tidak boleh bergantung bahagia kepada orang lain, kita harus bisa bahagia sendiri". Nah ntah ketika aku mendengar kata-kata gaung.kosong itu aku jadi mikir, bener juga, bahwa kita harus bahagia tanpa bergantung pada orang lain. Karena selama ini aku memang memprioritaskan kebahagian orang lain, dibanding dengan kebahagianku sendiri :(. Ya aku selalu berpura-pura bahagia sampai aku sendiri ngga ngerti apa aku bahagia atau tidak. Aku selalu berusaha bilang ngga papa, selalu biasa tersenyum padahal hati ngga ngerti lagi rasanya. Aku selalu mencoba melakukan kebaikan ke semua orang. Meskipun terkadang aku sadar kebaikanku dimanfaakan. Ya selama ini ternyata aku lebih memikirkan kebahagian orang lain dibanding kebahagianku sendiri. Maafin aku diriku sendiri, maafin, aku tidak peka, aku selalu merasa its okey, semua baik baik aja. Aku selalu menyembunyikan kesedihanku dibalik senyum palsuku ini. Sebenarnya dilubuk hatiku terdalam aku hanya ingin ditanya "are you okay?". Ya hanya itu. Ya memang hatiku pernah cacat, karena pernah terluka, pernah tak dianggap, pernah berpikiran untuk berhenti berharap. Semenjak hatiku cacat aku bertanya pada diriku sendiri gimana sih caranya agar bahagia?. But kenyataannya aku selalu memikirkan kebahagian orang lain. Mulai sekarang aku tersadar, aku harus prioritasin kebahagianku sendiri, kalau bukan aku sendiri yang bikin bahagia, siapa lagi? Yakin mengandalkan orang lain?. Oke sekarang aku sadar aku harus bahagia, aku harus mensyukuri apapun yang terjadi.
Every think you imagine is real.
Apa kabar keadaan sekarang?
Saat aku menuliskan blog ini aku lagi dengerin podcastnya Gaung.Kosong dengan ditemani rintikan hujan. Entah aku suka sekali dengan karya-karya beliau, menyentuh sekali. Kata gaung.kosong "kita tidak boleh bergantung bahagia kepada orang lain, kita harus bisa bahagia sendiri". Nah ntah ketika aku mendengar kata-kata gaung.kosong itu aku jadi mikir, bener juga, bahwa kita harus bahagia tanpa bergantung pada orang lain. Karena selama ini aku memang memprioritaskan kebahagian orang lain, dibanding dengan kebahagianku sendiri :(. Ya aku selalu berpura-pura bahagia sampai aku sendiri ngga ngerti apa aku bahagia atau tidak. Aku selalu berusaha bilang ngga papa, selalu biasa tersenyum padahal hati ngga ngerti lagi rasanya. Aku selalu mencoba melakukan kebaikan ke semua orang. Meskipun terkadang aku sadar kebaikanku dimanfaakan. Ya selama ini ternyata aku lebih memikirkan kebahagian orang lain dibanding kebahagianku sendiri. Maafin aku diriku sendiri, maafin, aku tidak peka, aku selalu merasa its okey, semua baik baik aja. Aku selalu menyembunyikan kesedihanku dibalik senyum palsuku ini. Sebenarnya dilubuk hatiku terdalam aku hanya ingin ditanya "are you okay?". Ya hanya itu. Ya memang hatiku pernah cacat, karena pernah terluka, pernah tak dianggap, pernah berpikiran untuk berhenti berharap. Semenjak hatiku cacat aku bertanya pada diriku sendiri gimana sih caranya agar bahagia?. But kenyataannya aku selalu memikirkan kebahagian orang lain. Mulai sekarang aku tersadar, aku harus prioritasin kebahagianku sendiri, kalau bukan aku sendiri yang bikin bahagia, siapa lagi? Yakin mengandalkan orang lain?. Oke sekarang aku sadar aku harus bahagia, aku harus mensyukuri apapun yang terjadi.
Every think you imagine is real.
Komentar
Posting Komentar