Hi 24 Tahun

Ketika aku nulis ini keadaan yang terjadi sekarang ini sepi. Ya karena virus corona. Semua orang diwajibkan di rumah aja. Begitupun dengan tempat kerjaku, bisa dilakukan dengan work from home. Tapi dua hari ini aku ke kantor. Sedih rasanya sampai kapan keadaan ini berakhir, jalanan, masjid, pasar semua sepi. Semoga keadaan ini segera berakhir sebelum bulan mulia (ramadhan tiba) aamiin....

Oke itu sebagai pengantar tentang apa yang aku rasakan saat ini..
25 Maret 1996, 23 tahun yang lalu aku dilahirkan. Ngga kerasa besok adalah 25 Maret yang ke 24. Ya berkurang setahun jatah usiaku di dunia.
Alhamdulillah, alhamdulillah aku bersyukur di 23 tahun yang lalu aku diberi kesempatan hidup di dunia. 23 tahun yang luar biasa.
Masih inget rasanya ketika 25 Maret di usiaku yang ke 6 tahun. Ya dulu ketika aku masih 6 tahun bapak ibuku mengadakan syukuran untukku. Temen-temenku diundang ke rumah untuk makan bersama. Saat itu adalah aku menerima kado pertama kali dari bapak ibu dan temen-temenku, rasanya senang sekali. Bapak dan ibu memberiku tas yang aku impikan saat usiaku 6 tahun wkwk. Banyak macam kado yang aku terima dari temen-temenku, terima kasih semua.
Di Maret yang ke 11 tahun bapak ibuku kembali mengadakan syukuran, saat itu temen-temen sekelasku diundang ke rumah seperti di usiaku yang 6 tahun. Rasanya masih sama senang sekali, dulu aku belum paham ketika kita berulangtahun, berkurang 1 tahun jatah kita di dunia.

Dan besok adalah 25 Maret ku yang ke 24..
Ada senang dan sedih yang aku rasakan. Ternyata aku bukan remaja lagi. Ternyata usiaku udah hampir seperempat abad. Apa aja yang udah aku lakuin selama 24 tahun ini? Apa saja yang udah aku beri ke bapak ibu selama 24 tahun ini? Apa saja bekal untuk akhirat yang aku lakukan selama 24 tahun ini?
Itu beberapa pertanyaan yang muncul ketika aku menuliskan ini. Ya time flies so fast..
Ternyata usiaku udah 24 tahun.
Aku harus belajar dari 23 tahun yang lalu.
24 tahun yang ini aku harus lebih baik lagi. Di 23 tahun impianku berhasil didapatkan yaitu bekerja dan mewujudkan keinginan orangtua, alhamdulillah. Semoga di 24 tahun yang ini aku bisa menemukan sosok pendamping hidup di dunia dan akhirat. Ya diusiaku yang tak lagi remaja ini aku mengharapakan hubungan yang serius. Semoga diusia ini aku dipertemukan dengan jodoh yang membahagiakan dunia akhirat. Selain itu semoga di 24 tahun ini aku bisa menjadi sesosok Ria yang jauh lebih baik, Ria yang periang dan Ria Ria yang lebih dari 23 tahun yang lalu. Semoga di 24 ini bisa memberikan yang terbaik buat orangtua, kakak, adik, keluarga, orang terdekat dan kantor saat ini aku bekerja.

Welcome 24, be nice yaa..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dalam Proses Menjaga

Selarik kata tentang 25 Tahun untuk diriku sendiri

Rindu