Maret Setahun Lalu dengan Maret Sekarang

Hi..
Apa kabar?
Rasanya udah lama banget ngga mampir disini..

Disela - sela waktu kerjaku, aku mau berbagi sedikit disini. Udah lama banget aku ngga nulis, sekarang jadi bingung gimana harus mengawalinya. Oke langsung aja..
Maret 2019, ya tepatnya Maret tahun lalu..
Maret yang saat itu sulit bagiku. Maret yang saat itu juga mimpiku terwujud.
Rasanya campur aduk, aku pun ngga tau gimana cara mendefinisikannya.

Sebenarnya aku tidak mau mengingat hal yang terjadi padaku di bulan Maret tahun lalu. Tapi disini aku hanya ingin merenung dan mengambil hikmah semua itu. Aku bangga dengan diriku.. ya kenapa bangga?
Aku tak percaya aku bisa melewati tahun lalu yang menurutku begitu penuh liku. Ternyata aku bisa melewatinya dan sekarang udah setahun aku lalui. Aku yang dulu mudah menangis, aku yang dulu susah untuk tersenyum, aku yang dulu kurang bersyukur, aku yang dulu ngga ngerti apa aku bisa melewati semua ini.
Ya, setahun yg lalu aku diberi nikmat yang tak pernah diduga. Seperti yang aku ceritakan di post sebelumnya. Ya aku ditinggalkan begitu saja oleh kekasihku yang aku harapkan nantinya bisa menjadi suami yang mampu membimbingku ke arah yang lebih baik lagi. Meskipun beberapa orang bilang gampang kok move on itu, ngapain diinget inget lagi?
Bagiku butuh waktu yang lama untuk melupakan. Ya aku butuh waktu hampir satu tahun melupakannya. Selama setahun itu hatiku rasanya hampa. Susah sekali untuk percaya lagi dengan cowok. Aku takut disakiti, takut dikecewakan lagi. Dari kejadian itu aku mencoba menjaga hatiku agar tidak terluka kembali. Aku tidak ingin terulang kembali.

Semenjak kejadian itu, aku lebih menjaga jarak dengan cowok. Bisa dibilang aku trauma.
Dan setelah kejadian itu aku jarang deket sama cowok. Entah mengapa. Itu juga menjadi penyebab aku sulit melupakannya.

Oke, lupakan kejadian Maret tahun lalu..
Yang terpenting Maret tahun ini aku mulai bangkit, aku bisa melupakannya.
Maret tahun ini....
Aku berharap di Maret sekarang aku bisa jauh lebih kuat lagi.
Aku berharap akan ada seseorang yang bisa menggantikan dia..
Aku tidak ingin mengulang Maret tahun lalu.
Ya sampai saat ini aku belum dekat dengan seseorang. Aku berharap akan ada seseorang yang serius menemui bapak ibu di rumah, bukan seseorang yang mau main main dalam menjalin hubungan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dalam Proses Menjaga

Selarik kata tentang 25 Tahun untuk diriku sendiri

Rindu