Lebaran di tengah Pandemi "Covid-19" (Corona)

Assalamu'alaikum..
Hai kembali lagi akhirnyaa..
Udah lama ngga nengok blog ini..

Oke langsung saja..
Mungkin ini akan menjadi sejarah dalam hidupku, hmm bukan hanya hidupku saja eh, tapi sejarah bagi semua manusia. Ya lebaran di tahun 2020 ini memang istimewa. Karena hampir di seluruh belahan dunia sedang diuji dengan adanya virus covid-19 atau yang biasa disebut dengan corona.
Dari bulan Ramadhan aku sudah merasakan kesedihan. Ramadhan yang biasanya disambut dengan ramai, tapi Ramadhan kali ini berbeda. Ya di Ramadhan tahun ini, ibadah dilaksanakan di rumah, baik itu sholat, tadarus maupun itikaf di lakukan di rumah. Awal Ramadhan aku merasakan kok Ramadhan kali ini sepi, biasanya masjid penuh, malamnya banyak anak tadarus di masjid. Tapi percayalah semua ini ada hikmahnya. Ya dengan di rumah aja, aku jadi lebih dekat dengan keluarga.

Lebaran 2020 ini berbeda..
Aku dan keluarga terpaksa tidak mudik dan berlebaran di rumah Pekalongan. Padahal ingin sekali rasanya berjumpa dengan keluarga yang ada di Klaten. Tapi ini untuk kebaikan semua, lebih baik memang tidak mudik. Lebaran kali ini berbeda, biasanya sehabis sholat Id aku dan keluarga bersiap untuk mudik ke Klaten. Tapi untuk lebaran kali ini sehabis sholat Id aku dan keluarga berkumpul di ruang tamu untuk menelepon keluarga yang ada di Klaten, Semarang dan Mojokerto. But.. semua itu berkesan. Melalui telepon genggam kami bisa saling menyapa dan memaafkan. Beruntung teknloi semakin canggih.
Lebaran di hari pertama terasa sepi, bahkan sehabis dhuhur waktu aku gunain untuk tidur wkwk dasar aku pelor. Berasa tidak lebaran, pakaian pun pakai celana kolor dan baju harian. Tapi lebaran kali ini istimewa karena tidak ada baju baru, sandal baru wkwkk.
Semuanya harus kita syukuri yaa gengs. Yuk kita sama sama berdoa agar pandemi ini segera berakhir dan bisa segera ketemu dengan keluarga yang jauh di sana.
Udah maghrib.. udah dulu yaa
Nanti disambung dicerita selanjutnyaa..


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dalam Proses Menjaga

Rindu

23 Tahun