2022 !! Ngga mau berekspektasi !!

 




Assalamu'alaikum wr.wb..

Apa kabar temen-temen semuanya? Semoga semuanya dalam kondisi sehat dan baik yaa..
Ngga terasa yaa udah awal tahun 2022, terasa cepet banget yaa semuanya berlalu..

Baru rasanya kemarin kayak berdoa semoga 2021 satu persatu mimpi bisa terwujud.. dan sekarang udah masuk 2022, setahun itu cepet banget rasanya..

2021 rasanya luar biasa si.. dari seneng, sedih, ketawa, nangis, galau, capek, berusaha kuat semuanya menyatu jadi satu.. 2021 banyak banget hal aku ambil hikmahnya.. Meskipun 2021 ini terasa berat tapi aku bersyukur, 2021 ini memberikan aku kekuatan lebih untuk ke depannya.

2021 diawal tahun rasanya biasa aja, seperti biasanya harapan 2021 pun ada. Harapan-harapan yang slalu aku semogakan di 2021. Hari demi hari ku lalui. Ya harapan itu terus aku semogakan.. Sampai akhirnya di 2021 banyak orang baru yang aku temui, kenali dan memberikan banyak pelajaran. Mulai dikecewakan, dipatahkan, yaa bulan Maret - April, awal 2021 memberikan aku pelajaran, jangan gantungkan harapan kepada manusia. Rasanya kecewa, marah ke diri sendiri, kenapa harus dipertemukan dengan rasa kecewa ini lagi. Akhirnya perlahan lahan aku mulai menata hati, mulai belajar mengambil hikmah dari kejadian sebelumnya. Jangan terlalu menaruh harap kepada siapapun. 

Setelah hati mulai tertata, tepatnya di akhir Mei aku dipertemukan dengan orang baru lagi, yang belum pernah aku kenal sebelumnya. Awalnya takut untuk membuka hati, membuka diri karna takut kecewa untuk yang kesekian kali, karna saat itu hati mulai tertata, lebih berpasrah kepada Allah, karena aku tidak mau terluka lagi. Namun dengan adanya beberapa pertimbangan, akhirnya aku berani untuk mengenal orang baru lagi, dengan harapan semoga tidak ada lagi kecewa yang aku terima, karna sungguh aku sangat trauma dan butuh waktu untuk mengembalikan keadaan hati.

Seiring berjalannya waktu aku mulai kenal orang itu. Waktu terus berjalan, berkali kali di dalam hati bertanya-tanya inikah orangnya yang slama ini aku tunggu? Apakah dia yang slalu aku semogakan? dia yang datang dengan cara tiba-tiba, dia yang datang sendirinya. Aku slalu berdoa, slalu bilang ke diri sendiri jangan berharap apapun kepada selain Allah, karna aku ngga mau kecewa kembali.

Waktu terus berputar.. Sampe pada saatnya pertengahan tahun, aku sedih sekali. Bapak ngedrop.. Hal yang paling sakit banget.. Hal yang paling aku takuti, hal yang paling bikin aku lemah.. Rasanya ngga kuat, ngga tega melihat kondisi Bapak seperti itu.. Apalagi disaat itu kasus covid lagi tinggi-tingginya, ngga berani bawa Bapak ke RS, akhirnya cuma bisa perawatan di rumah. Disaat hatiku lemah, butuh sosok yang menguatkan pundakku.. orang yg mulai aku percaya malah perlahan lahan pergi.. orang yang aku kenal itu perlahan menghilang, disaat aku bener-bener membutuhkan dia. Sakit? Kecewa? Lemah? Drop? Marah? semuanya menyatu. Rasanya pingin marah ke diri sendiri, kenapa saat itu aku mau menerima perkenalannya, kalau pada akhirnya dia juga akan memberikan rasa kecewa?
Saat itu yang coba aku lakukan hanyalah mencoba kuat, ikhlas atas semua yang terjadi, menjalani semuanya dengan tenang, walaupun hatiku hancur berkeping-keping tapi aku harus kuat terutama untuk Bapak. Aku mencoba melupakan apa yang terjadi pada diriku saat itu, sekarang hanya fokus untuk kesembuhan Bapak. Aku yakin Allah punya maksud kenapa aku dipertemukan dengan dia. Akunya aja belum tau maksudnya apa, pasti ada hikmah dibalik semua ini.

Semenjak itu yang aku pikirkan kesembuhan Bapak, gimana caranya biar Bapak sembuh, Bapak sadar dan Bapak bisa sehat kembali. 2021 di beberapa bulan terkahir sangat berat rasanya, udah berbulan-bulan Bapak belum sadar. Hati rasanya sakit banget, mau nangis? IYA.. pinginnya teriak. Pingin rasanya melihat Bapak bicara lagi walaupun sekata dua kata, setidaknya tau apa yang dirasakan Bapak, sakit dibagian mana yang Bapak rasakan. Berbulan-bulan Bapak hanya bisa minum susu itupun lewat selang, hancur rasanya, sakit banget, mau nangispun rasanya udah ngga mampu. Hal yang bisa dilakukan sekarang hanya berusaha yang terbaik untuk Bapak dan terus berdoa untuk kesembuhan Bapak, mohon doanya yaa temen-temen yang baca blog ini. Huhu

Sejak saat itu aku ngga peduli perasaanku sendiri. Aku slalu bilang ke diriku sendiri, kamu bisa, kamu kuat, ngga boleh lemah, ngga boleh menaruh harap kepada siapapun selain Allah, ngga boleh cengeng, kamu harus kuat berdiri sendiri, meskipun terkadang kenyataanya aku masi lemah, masi suka nangis. Its oke semua butuh proses. Semenjak itupun kayak pasrah sama keadaan, pasrah perihal apapun. Intinya ngga pingin dikecewain lagi. Lebih fokus ke Bapak dan keluarga. Segala apapun yang terjadi untuk hidupku ke depan aku sudah pasrah.

Dan untuk 2022..

Aku ngga mau terlalu menaruh harap, semua sejalannya saja. Semua terserah Allah, apa yang Allah kasi aku harus ikhlas dan ridha. Ngga papa kalau biasa aja. Ngga papa kalau ngga bisa lebih baik dari 2021. Tapi harus bisa ngga lebih buruk dari 2021. 2022 ngga mau berekspektasi.. biar jalan sesuai realitanya saja.

Dan untuk diriku..

Kamu hebat.. bisa lalui ratusan ribu kerikil kehidupan. Tolong jangan berikan sakit yang sama di 2022. Tolong berikan bahagia di lembar buku yang baru. Tolong lebih kuat lagi yaa. Tolong pundaknya dijaga biar terus tegak dan kuat. Terima kasih untuk diriku.

Bismillah 2022..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dalam Proses Menjaga

Selarik kata tentang 25 Tahun untuk diriku sendiri

Rindu