Yang Terdalam
Assalamu'alaikum wr.wb..
Halo Apa kabar semua? Semoga semuanya selalu berada dalam lindungan Allah SWT yaa.. Tetap hati-hati dan jangan lupa stay health yaa..
Kali ini aku mau sedikit cerita tentang dalamnya perasaaan tapi ngga tau lagi harus gimana lagi menempatkan. Aku yang saat ini sedang tidak baik-baik aja mencoba melalui semua keadaan ini walaupun terasa berat dan sulit sekali. Aku yang mencoba untuk kuat, tetap berdiri kokoh, tetap tersenyum walaupun aku sendiri juga tidak tau apakah sebenarnya aku kuat, atau aku hanya berpura-pura aja?
Apapun itu hidup tidak boleh terhenti, aku harus jalani semua ini, aku harus melewati semua ini walapun langkah kaki rasanya enggan untuk melangkah, tapi harus dipaksa. Ya mungkin dengan terpaksa semua akan terbiasa.
Saat dalam posisi semua serba ngga enak, serba salah, serba menyakiti rasanya hati hancur, ngga atau lagi harus berbuat apa.
Segala kenangan indah, cerita yang terukir begitu dalam, perjalanan kisah yang sudah dilalui, masa-masa kebersamaan yang erat, suka duka dirasa dan terlewat begitu saja, hati yang sudah terpaut terpaksa harus diputus, disaat kenyamanan ada tapi harus dikikis oleh keadaan. Apapun itu ya inilah kehidupan, kita tidak bisa mengendalikan hanya bisa menjalani dan banyak berdoa. Kekecewaan pasti ada, kemarahan pun tidak bisa dibendung lagi, hati hancur berkeping-keping, air mata menetes seolah ingin bertanya pada semesta "Kenapa semua harus terjadi, kenapa jalannya seperti ini, kenapa dan berbagai kenapa yang muncul di dalam benak".
Aku merasakan perbedaan yang begitu beda pada perasaan ini. Rasa yang begitu dalam sekali yang tidak bisa lagi aku jelaskan. Aku sendiripun bingung, kenapa begitu dalam sekali. Setelah beberapa kali aku merasakan trauma, rasa ini muncul dan sekarang begitu dalam. Aku ngga bisa menerjemahkan sebenarnya rasa ini apa? Aku ngga bisa mengerti kenapa rasa ini hadir kembali. Ya.. apapun itu aku sebagai manusia tidak bisa mengendalikan rasa. Aku hanya bisa menjalani dan menerima.
Sekarang, yang aku bisa lakukan hanyalah berdamai, berdamai dengan keadaan. Memaafkan semua yang terjadi dan mencoba mengikhlaskan apapun yang sudah digariskan Allah kepadaku. Mungkin inilah jalan yang harus aku lewati.
Aku berdoa kepada Allah.. Mohon berikan hatiku kekuatan, keikhlasan dan keridhoan apapun yang akan terjadi ke depannya. Aku ngga tau ke depan takdir berkata apa, akan kah rasa yang terdalam ini harus aku kubur dalam-dalam juga dan harus mengikhlaskan, ataukah rasa ini akan kembali bisa berlabuh ke yang hati terdalam. Entah.. aku ngga tau bakal kayak gimana../
Yang bisa aku lakukan saat ini cuma berdoa dan memohon agar Allah selalu menguatkan aku, agar Allah selalu memberikan aku sabar yang luas.
Perasaan terdalam ini ku harap datangnya dari Allah, agar apapun yang terjadi ke depannya aku bisa ikhlas.
Yang jelas rasa ini dalam sekali sungguh dalam sekali.
Dan untukmu yang terdalam.. aku berharap apapun keputusan yang nantinya kamu ambil semoga bisa memberikan jalan kebahagiaan.. Aku hanya berharap kamu bahagia dah gitu aja. Aku ngga pingin kamu merasa bersalah terus, aku ngga pingin kamu terbebani terus, aku ngga pingin kamu kayak gini terus, aku hanya pingin kamu bahagia, tersenyum tanpa beban..
Aku percaya kamu bisa menyelesaikan semua ini dengan baik, aku percaya kamu bisa.. aku hanya ingin kamu bahagia tanpa terbebani terus dan menerus..
Terimakasih untuk segala kebaikan, keikhlasan kamu untukku..
Aku akan sangat bahagia jika kamu bisa tersenyum lagi tanpa adanya rasa bersalah terus menerus..
Komentar
Posting Komentar