Ceritaku Tentang Tes CPNS Part 3
Hi hi halo, kembali lagi di blog ini, semoga blog ini bisa memberikan sedikit manfaat yaa, ambil yang baiknya dan buang buruknya yaa..
Btw udah baca yang part 1 dan 2 belum?
Gile ye ini part 3 udah mau ngalahin episodenya cinta fitri aja wkwk canda deng..
Kalau belum baca part 1 dan 2 mending dibaca dulu, soalnya biar nyambung, kayak hubungan kita wkwk (apasih ngga jelas ya) yaudah lupakan. Iya biar tahu awalnya gimana mending kalian baca yang part 1 dan 2 yaa, okee?
Setelah aku lulus administrasi CPNS tahun 2018, aku semakin semangat untuk mempersiapkan segala materi pendukung. Di part 2 aku udah cerita kalau aku lebih suka membuat rangkuman dengan bahasaku sendiri. Ya tiap hari aku menulis rangkuman itu di buku bersampul merah bergambar kartun wkwk. Rangkuman itu berisi tentang materi TWK. Aku kumpulin beberapa materi TWK dari beberapa literasi, dari buku, internet maupun dari buku sejarah dulu. Setelah materi didapatkan aku rangkum dengan bahasaku sendiri dan kemudian aku tulis di buku bersampul merah bergambar kartun itu. Sambil menulis aku pahami kata demi kata, agar aku paham maksudnya, sehingga ketika mengerjakan soal aku paham harus menjawab gimana. Selain merangkum materi TWK aku juga sering mengerjakan soal-soal, karena menurutku ini penting, dengan terbiasa kita mengerjakan soal, kita jadi ngga gugup lagi pas ngerjain soal CPNS yang sesungguhnya.
Tiap harinya aku jadwalin, hari ini belajar TWK, besok belajar TIU dan besoknya lagi belajar TWK. Jadi dengan kita membuat jadwal yang jelas, kita bisa lebih fokus.
Untuk materi TIU aku lebih sering mengerjakan soal cerita, dan mengumpulkan soal yang bertipe sama. Sehingga pas ada soal yang sama muncul lagi kita udah tau alur untuk ngerjainnya. Kalau bisa cari cara cepet buat ngerjain soalnya, mengingat waktu untuk mengerjakan tes CPNS itu bener-bener terbatas. Jadi kalau nanti pas mengerjakan tes CPNS yang sesungguhnya jangan terlalu terpacu sama satu soal, jika pas ngerjain soal itu ternyata ngga ada dipilihan jawaban, cari yang medekati dengan jawaban, atau lompat ke soal yang lebih mudah. Oh ya tips ngerjain soal tes CPNS cari yang mudah-mudah dulu dan harus punya target waktu. Jadi kalau kita punya target waktu nantinya mengerjakan tes CPNS ngga panik dan gugup.
Untuk materi TKP aku lebih sering baca tips-tips gimana ngerjain soal TKP. But kita juga harus sering banyak latihan soal untuk TKP ini, sekali lagi biar terbiasa wkwk.
Dan akhiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiirnya tes SKD pun tiba..
Deg-degan, panik, takut ngga lulus pokoknya campur aduk deh rasanya. Sedih sih rasanya pas menjelang tes SKD ini. Karena 3 hari sebelum tes SKD bapakku sakit, jadi pikiranku terpecah ngga bisa fokus ke tes SKD. Ya 3 hari bapak ngga bisa tidur, otomatis aku dan ibu juga ngga tidur. Pas mau berangkat ke Purwokerto (saat itu lokasi tes SKD nya di Purwokerto), bapakku nekat pingin ikut, padahal kondisinya ngga memungkinkan. Wajahnya pucat, ngga mau makan, tapi tetep pingin nganterin aku tes SKD. Cuma bisa pasrah, bismillah selamat sampe Purwokerto. Sepanjang perjalanan aku memikirkan bapak, yaa Allah, pingin rasanya cepet nyampe. Sampai akhirnya nyampe di hotel, kondisi bapak lemes ngga bisa berdiri, akhirnya aku pinjem kursi roda di pos satpam hotel. Aku liat wajah ibuku sedih sekali. Perjuangan orangtuaku untuk melihat aku lolos tes SKD sangat luar biasa, aku takut, aku mengecewakan beliau-beliau. Sampai di kamar ibuku berpesan jangan banyak pikiran, fokus buat tes SKD besok aja. Tapi aku ngga bisa, aku nangis, aku bingung, aku takut pokoknya ngga karuan rasanya. Aku cuma bisa berdoa memohon kepada Allah agar besok aku tidak mengecewakan orangtuaku, apapun hasilnya aku pasrahkan kepada Allah. Bismillah tes SKD pun dimulai, tiba giliranku masuk ruangan, aku pamitan ke bapak dan ibu, minta didoakan biar aku bisa memberikan yang terbaik. Sambil masuk ruangan aku menahan air mata, meyakini diriku sendiri aku ngga boleh nangis, aku harus fokus, aku pasti bisa dan aku kuat.
Di ruangan tes SKD ngga karuan rasanya, aku berdoa yaa Allah beri yang terbaik beri kemudahan bismillah aku yakin Engkau selalu bersamaku. Dengan bismillah aku mulai mengerjakan soal, ketika ngerjain soal yang pertama aku ngga fokus, aku terus berdzikir yaa Allah beri aku kekuatan biar bisa fokus sambil aku bayangin wajah kedua orangtuaku. Alhamdulillah satu persatu soal berhasil aku kerjakan meskipun sepertinya hasilnya tidak sesuai yang aku harapakan, karena aku tidak terlalu fokus. Untuk soal TWK alhamdulillah sesuai dengan apa yang aku rangkum di buku bersampul merah bergambar kartun. Untuk soal TIU ada yang mudah dan ada yang susah, ada beberapa soal yang aku tidak menemukan jawabannya, tapi aku jawab yang paling mendekati. Untuk soal TKP aku tidak terlalu fokus mengerjakan, aku hanya membaca pilihan opsi jawabannya aja, karena rasanya udah ngga karuan pingin keluar ruangan melihat keadaan bapak. Jadi untuk soal TKP aku ngga ngerti gimana yang muncul hiks sedih sih. Sampa akhirnya waktu habis dan hasilnya langsung muncul.
Alhamdulillah yaa Allah aku lulus, walaupun hasilnya kurang sesuai dengan yang aku harapakan ngga papa, setidaknya ini jauh lebih baik lagi dari nilai SKD yang akuti di tahun sebelumnya.
Langsung aku keluar ruangan mencari bapak dan ibuku dengan wajah berkaca-kaca menahan air mata.
Ku lihat dari jauh ibuku menantiku dengan penuh cemas. Langkah demi langkah aku mengucap syukur kepada Allah, dan kupeluk ibuku sambil berkata alhamdulillah bu, ria lulus, ini berkat doa ibu dan bapak. Ku lihat ibuku juga menahan air mata. Setelah itu aku menghampiri bapak di mobil sambil mencium tangan beliau dan berkata, pak ria lulus pak, alhamdulillah, tapi ku lihat bapak cuma mengangguk, lemes dan sangat pucat. Aku langsung meminta ibuku agar bapak segera di bawa ke RS terdekat. Setelah selesainya tes SKD aku, ibu, bapak dan sopirku mencari RS terdekat. Sampai akhirnya nemu RS dan bapak langsung di bawa ke UGD. Ibuku sedih sekali dan terlihat khawatir, aku ngga boleh sedih aku harus bisa menguatkan ibuku. Aku yang saat itu masih memakai baju hitam putihberlarian kesana kemari untuk mengurus bapak. Perawat memanggil aku dan ibu, bahwa bapak harus segera dirawat inap sekarang. Ibuku lemas tak berdaya, karena bingung kita jauh dari keluaga, nanti bakal susah, akhirnya aku ngobrol berdua dengan perawatnya meminta agar bapak menghabiskan infus terlebih dahulu setelah itu di bawa pulang ke Pekalongan. Perawatnya tidak mau bertanggungjawab jika terjadi apa-apa. Dengan yakin aku menyampaikan ke dokter dan perawat insya Allah bapak masih kuat sampe di Pekalongan. Nanti sesampainya di Pekalongan langsung di bawa ke RS dan dirawat inap.
Setelah infus selesai, akhirnya bapak diijinkan pulang. Di sepanjang perjalanan aku dan ibu terus berdoa agar bapak kuat, sehat sampe rumah nantinya.
Sampai tibanya di rumah, aku dan ibu istirahat sebentar, karena 3 hari 3 malam aku, ibu dan bapak kurang tidur. Tapi kondisi bapak semakin pucet, akhirnya ku telepon temen yang biasa dihubungi bapak untuk minta tolong membawa bapak ke RS, soalnya sopirku saat itu udah aku suruh pulang biar bisa istirahat di rumah. Temen bapak pun datang, dan langsung shock liat kondisi bapak, disisi lain aku dan ibu menangis ngga bisa nahan air mata lagi. Ngga menunggu lama bapak dibawa ke RS. Tapi karena kondisi ku yang capek, kurang tidur, telat makan, akhirnya aku sendiripun tidak memungkinkan ikut ke RS. Hanya ibu, beberapa temen bapak yang ke RS. Sedangkan aku ditemani tetanggaku di rumah, aku terus nangis meminta tetanggaku agar mau mengantarkanku ke RS, tapi mereka menolaknya karena kondisi badanku yang kurang memungkinkan. Semalaman aku tidak bisa tidur dan ditenangkan oleh tetanggaku. Pagipun tiba aku dikabarin mb sama masku sudah sampe ke RS jd aku tidak perlu khawatir, tapi aku tetep khawatir hiks, rasanya ngga tenag, aku pingin liat keadaan bapak. Siangnya aku langsung ke RS dijemput mbku.
Singkat cerita bapak dirawat di RS kuranglebih 2 minggu, itupun panjang banget kalau diceritain hiks, aku ngetik ini aja masih terbayang dan masih berkaca-kaca. Allah itu Maha Baik, Allah itu Maha Segalanya. Pokoknya tiada henti aku bersyukur kepada Allah.
Oke maaf yaa itu sedikit aja ceritaku diluar materi tes CPNS..
Sampe akhirnya pengumuman kelulusan SKD tiba dan aku dinyatakan lolos tes SKD dan lanjut ke tes SKB.
Persiapanku untuk tes SKB menurutku sangatlah kurang maksimal, karena aku harus fokus merawat bapak dan menguatkan ibu. Jadi aku hanya latihan soal di internet aja, untuk hasilnya aku pasrahkan kepada Allah.
Tes SKB tibaa..
Aku berangkat sendiri ke Semarang. Tak lupa aku meminta restu bapak ibu agar aku diberikan yang terbaik dan dilanacarkan segalanya.
Sekarang giliranku masuk ruangan tes SKB, aku lemes, kurang percaya diri, sekali lagi aku pasrah kepada Allah, apapun hasilnya aku yakin ini yang terbaik.
Satu persatu soal aku kerjakan, dan ngga tau apakah jawabannya bener apa ngga hiks. Karena aku lulusan Teknik Informatika, soal SKB yang muncul berkaitan dengan Komputer, Jaringan, Alamat IP dsb. Dan tara hasilnya langsung muncul, aku lemes ngga berani lihat hasilnya. Dan ternyata hasil SKBku kurang sesuai yang aku harapkan its okay masih ada pemeringkatkan, semoga aku masih bisa lolos. Selesai tes SKB aku mencari beberapa nama yang menjadi sainganku. Dan sekali lagi Allah Maha Baik, satu sainganku nilainya berada di atasku dan satu sainganku nilainya berada di bawahku. Soalnya saat itu yang dibutuhkan 2 orang, berarti aku masih ada kesempatan untuk lolos. Saat itu yang lolos SKB 3 orang, dan kalau diliat peringkat aku lolos, alhamdulillah..
Tapi aku masih belum percaya dan masih menunggu pengumuman resmi dari BKD.
Dan pengumuman hasil akhirpun tiba....
Alhamdulillah aku lolos, rasa seneng sedih terharu semua nyampur jadi satu.
Allah Maha Baik..
Akhirnya aku bisa mawujudkan keinginan bapak ibuku, meskipun dengan perjuangan yang luar biasa.
Nah itulah ceritaku tentang tes CPNS....
Ambil baiknya dan buang buruknya yaa...
Komentar
Posting Komentar